Perlu Standarisasi Kompetensi Dosen Agama Islam di PT Umum

JAKARTA–Perlu adanya standarisasi kompetensi dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU) yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan PTU . Ini ditegaskan Dr. Syahidin, Ketua Umum DPP Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Indonesia (ADPISI) pada Workshop Nasional yang digelar tiga hari pada akhir pekan lalu
Dikatakan Syahidin, dari hasil workshop yang diikuti sekitar 60 dosen PAI yang mewakili PTU seluruh Indonesia ini, menghasilkan tiga rekomendasi yang akan disampaikan pada Dikti. ”Salah satunya adalah rekomendasi standar materi dan proses pembelajaran MPK PAI di PTU yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan mahasiswa PTU,” papar Syahidin.

Selain itu menurutnya, ADPISI juga merekomendasikan standar kompetensi dosen MPK PAI pada PTU yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan PTU sebagai masukan bagi Dikti dan PT dalam merekrut calon dosen MPK PAI. ”kami juga merekomendasikan standar kelembagaan dan fasilitas penunjang MPK PAI,” kata Syahidin.

Diakui Syahidin bahwa selama ini aplikasi Pendidikan Agama Islam di PTU tidak begitu menggembirakan. Ini menurutnya, bisa dilihat dari beberapa faktor. ”Antara lain materi SPK PAI di PTU masih sangat kecil, yaitu hanya tiga SKS dari total 146 hingga 160 SKS untuk tingkat sarjana. Standar nasional juga belum ada dan kompetensi dosen yang masih bermasalah,” tandas Syahidin.

Pada kesempatan yang sama, Amirsyah, Ketua DPW ADPISI DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa angin segar datang ketika UU no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen menggariskan kompetensi yang harus dimiliki oleh dosen. ”Tapi dalam tataran lapangannya belum jelas. Selain itu ekspektasi mahasiswa terhadap kompetensi dosen PAI perlu dipertimbangkan. Ketiga, dari kelembagaan dan fasilitas penunjang MPK PAI yang beragam dan masih minim,” ungkap Amirsyah.

Ditambahkannya, selama ini kelembagaan PAI cukup beragam. ”Ada yang bertahan sebagai koordinatoriat pada jurusan MKDU, ada juga yang mengikuti organigram dari Dirjen Dikti Depdiknas dalam bentuk UPT MKU. Selain itu masjid kampus, UKM sekretariat untuk kegiatan keagamaan dan sarana lainnya yang mendukung masih kurang representatif,” tutur Amirsyah.

Menurut Amirsyah, UU No 20/2003 tentang Sisdiknas telah mengisyaratkan bahwa tujuan pendidikan nasional mengarah pada pembentukan empat aspek. Yaitu aspek intelektual, religius, moral dan aspek kebangsaan. ”Semua aspek itu diwujudkan dalam rangka membentuk manusia yang utuh dan paripurna. Pada tataran lapangan, aspek religius dan aspek moralitas salah satunya diemban oleh pendidikan agama,” kata Amirsyah. osa/kpo

Sumber: Republika Newsroom

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: